Bahasa Indonesia English

BERITA

Merpati Rugi Ratusan Miliar Rupiah 3 Tahun Terakhir

06 Februari 2014 10:28:41 / Hits : 1638 / Posted by Administrator
Merpati Rugi Ratusan Miliar Rupiah 3 Tahun Terakhir

Jakarta -PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mengalami kinerja keuangan buruk selama beberapa tahun terakhir. Bayangkan saja, selama 3 tahun berturut-turut, maskapai pelat merah ini mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Yakni dari tahun 2010 hingga 2011. Bahkan kerugian Merpati sempat menyetuh triliunan rupiah di tahun 2012. Dari data Kementerian BUMN yang diperoleh detikFinance, Kamis (6/2/2014), tercatat perseroan mengalami lonjakan jumlah kerugian dari 2010 hingga 2012.

Pada tahun 2010, Merpati mencatat kerugian Rp 103,40 miliar kemudian naik signifikan hingga Rp 833,77 miliar di tahun 2011. Sementara utang perseroan tercatat Rp 5,01 triliun pada tahun 2010 dan Rp 5,67 triliun di 2011.

Aset Merpati bernilai Rp 3,08 triliun di 2010 dan Rp 3,47 triliun di 2011. Pada masa tersebut, Merpati dipimpin oleh Sardjono Jhony Tjitrokusumo. Jhony menjabat sebagai Direktur Utama Merpati dari Mei 2010-Mei 2012.

Saat Jhony menjadi CEO, Merpati memperoleh bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 560 miliar miliar dan bantuan subsidiary loan agreement (SLA) untuk pengadaan pesawat MA 60 dari China sebanyak 15 armada.

Meski memperoleh suntikan modal dan tambahan armada baru, kerugian Merpati justru tambah membengkak. Sementara pada Mei 2012, Jhony diganti oleh Rudy Setyopurnomo. Di bawah kendali Rudy dan saat masa transisi, Merpati menorehkan keterpurukan jauh lebih tinggi daripada periode Jhony.

Saat Rudy jadi CEO Merpati, kerugian hingga akhir tahun 2012 sebesar Rp 1,54 triliun atau naik hampir 100% dari periode sebelumnya. Sedangkan aset Merpati berjumlah Rp 2,79 triliun dan utang senilai Rp 6,5 triliun. Pada masa kepemimpinan Rudy, mulai ada skema pencicilan gaji karyawan karena persoalan keuangan.

Kondisi ini lantas yang membuat karyawan gelisah dan akhirnya Kementerian BUMN memberhentikan Rudy pada Juli 2013. Rudy diganti oleh Capt Asep Ekanugraha karena alasan kinerja keuangan Merpati yang tak kunjung membaik.

"Sudah 1 tahun Merpati nggak ada perubahan," kata Sektretaris Kementerian BUMN kala pemberhentian Rudy.

Di masa Capt Asep, kondisi Merpati bukannya tambah sehat justru sebaliknya. Pada Februari 2014, semua penerbangan Merpati dihentikan karena persoalan pasokan avtur dari PT Pertamina (Persero).

Penghentian ini karena komitmen utang Merpati telah mencapai Rp 165 miliar atau telah melewati batas perjanjian. Selain itu, gaji semua karyawan Merpati juga belum dibayar sejak November 2013.

Merpati pada masa Capt Asep berencana menjual aset paling produktif yakni Merpati Maintenance Facilty (MMF) dan Merpati Training Center (MTC) dengan proyeksi nilai Rp 300 miliar.

Dana ini nantinya digunakan untuk membiayai operasional anak usaha Merpati. Pasalnya Merpati dan 2 perusahaan swasta sedang dalam proses membentuk Merpati Aviation Services. Anak usaha baru ini nantinya akan menjadi mesin uang untuk melayani penerbangan. Sementara sang induk non aktif. (Feby Dwi Sutianto - detikfinance)


Tinggalkan Komentar Anda

Nama
URL
Komentar
Kode Verifikasi 113 + 8 = ?
daftar menjadi mitra
Chat WhatsApp

Marketing 1 : 081372222925

Marketing 2 : 081372007711

 
Login Kemitraan
 
Login Sub Sales/Distributor
 
Hotel
  • Terletak di area Nongsa yang menyenangkan, Montigo Resorts Nongsa memiliki.. selengkapnya »
  • Terletak strategis di area restoran, berbelanja, spa di Pulau Batam, Allium.. selengkapnya »
more »
 
Rental
more »
 
Info Payment
Bank BCA
8550031257
Solehudin S
Bank Mandiri
1090013049978
Solehudin S
BNI
0155733611
Solehudin S
BRI
065901000105562
Solehudin S

 
Copyright © 2013 Latansa Tour & Travel - Mitra Keagenan Tiket Online All Rights Reserved