Bahasa Indonesia English

BERITA

WISATA SEJARAH KAMPUNG VIETNAM BATAM

13 Maret 2017 09:47:54 / Hits : 771 / Posted by Administrator
WISATA SEJARAH KAMPUNG VIETNAM BATAM

Sejarah pernah mencatat bahwa negara Indonesia pernah berkontribusi besar kepada negara Vietnam ketika jaman penjajahan negara tersebut dan sebagian besar warganya pergi berlayar mengarungi lautan untuk mencari tempat tinggal yang aman dan bebas dari peperangan dan pulau galang adalah persinggahan yang tepat bagi warga Vietnam yang mencari ketenangan dari peperangan pada masa itu.

Di Pulau Galang atas persetujuan pemerintah pusat, dibangun pusat pemukiman sementara pengungsi Vietnam yang meninggalkan negerinya karena dilanda peperangan. Para pengungsi Vietnam saat  itu dikenal  sebagai “manusia perahu”. Menurut keterangan para petugas yang masih berada di tempat permukiman itu, orang-orang Vietnam yang keluar dari kampung halamannya itu mengarungi sekitar Laut Cina Selatan dan masuk perairan Indonesia dengan menggunakan perahu tua berbagai ukuran yang bocor. Pada setiap perahu itu ada yang berpenumpang sekira 40-100 orang, terdampar atau mendamparkan diri di sekitar pantai Tanjung Uban, Kepulauan Natuna, Pulau Galang dan di sekitar pulau-pulau kecil lainnya yang tidak berpenghuni. Pada waktu itu mereka ditemukan dan ditolong oleh patroli Angkatan Laut Indonesia dan para nelayan setempat.

Indonesia pada saat itu adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memberikan respons yang muncul terhadap masalah internasional yang urgen itu. Dan menolong para pengungsi itu untuk masuk, dan setuju Pulau Galang yang terletak sekira 50 km sebelah selatan Pulau Batam dan hanya sekira setengah jam dari Singapura dengan menggunakan feri, dipilih sebagai tempat transit para pengungsi Vietnam. Sambil menunggu mereka secara administratif diproses untuk dikirim ke negara ketiga.

Di areal peruntukan pemukiman di Pulau Galang itu, UNHCR membangun perkampungan yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana lengkap dan sangat memadai, seperti jalan yang teratur dan kualitas sangat baik yang menghubungkan dengan pelabuhan kecil yang digunakan sebagai lalu lintas suplai kebutuhan hidup para pengungsi itu. Tempat ini dikenal dengan nama Pelabuhan Karyapura. Di situ terdapat restoran makanan laut yang diusahakan oleh para pengungsi, gedung pertemuan, sekolah, gereja, pintu masuk melalui darat dan bangunan untuk fasilitas latihan para petugas daerah. Di pemukiman tersebut, dibangun pula perumahan untuk pegawai lokal UNHCR, pagoda, rest area, camping ground, “Galang Memorial Hall”. Ada sekira 500 orang meninggal di kampung Vietnam itu, karena memang sudah tua dan sakit. Mereka dikuburkan dalam suatu areal pemakaman yang teratur dan terawat baik.



Perumahan pengungsi dan sarana gedung lainnya yang sekarang sebagian besar tampak tidak terawat, kecuali bangunan suci umat Budha (pagoda) dimanfaatkan dan dirawat orang-orang Budha Cina Riau. Bangunan yang ada itu sekarang sedang direnovasi dan dimanfaatkan sebagai salah satu unggulan kawasan wisata pemerintah daerah Batam.

Suatu tempat yang sangat ideal untuk dijadikan areal pendidikan di alam terbuka bagi anak-anak dan pemuda, semacam bumi perkemahan Cibubur di Jakarta. Selain itu tempat tersebut menarik dikunjungi, baik turis lokal maupun mancanegara untuk melihat sambil mengagumi nilai-nilai yang terkandung di balik pembangunan perkampungan tersebut. Juga sambil melakukan refleksi diri, pelajaran apa yang dapat dipetik dari peristiwa itu untuk masa depan kehidupan umat manusia.
“Kampung Vietnam” di Pulau Galang yang sejak tahun 1979-1996 pernah dihuni sekira 250.000 orang manusia perahu yang dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar Kepulauan Riau itu. Sebelumnya mereka hidup bersama penduduk setempat dengan imbalan barang-barang yang mereka bawa. Pada umumnya mereka memberikan imbalan berupa emas. Dan kesan penduduk yang pernah berhubungan dengan para pengungsi itu, di antara mereka tampaknya banyak orang yang tergolong berada. Atas prakarsa pemerintah dan UNHCR, sengaja mereka dikonsentrasikan pada suatu tempat permukiman yang tertutup interaksinya dengan penduduk setempat untuk memudahkan pengawasan, pengaturan dan keamanan mereka. Selain itu, pemerintah khawatir akan berjangkitnya penyakit kelamin yang mengerikan yang kedapatan di antara mereka, yang disebut Vietnam Rose, sebelum orang mengenal virus HIV yang lebih mengerikan lagi.

Sekarang, perkampungan para pengungsi Vietnam itu telah menjadi wilayah terbuka untuk dikunjungi masyarakat, bahkan menjadi destinasi wisata unggulan kota Batam karena telah ditinggalkan para pengungsi.



Selama 18 tahun, dengan dukungan mengesankan dari komunitas internasional, UNHCR/badan PBB yang berurusan dengan masalah-masalah pengungsi dan pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Angkatan Laut pada waktu itu, para pengungsi Vietnam yang dilindungi di Pulau Galang telah berhasil dipulangkan. Sekira 5.000 orang pengungsi kembali ke kampung halamannya dan yang lainnya meninggalkan Pulau Galang menuju tanah airnya yang baru, tersebar di negara-negara ketiga, di antaranya ada yang menuju Australia dan Amerika Serikat. Perkampungan Vietnam yang sejuk dan indah serta jauh dari keramaian itu, bagi mereka hanya tinggal kenangan yang tentu sulit untuk mereka lupakan. Di mana UNHCR dan pemerintah Indonesia menyatakan bahwa areal permukiman Vietnam itu menjadi wilayah konservasi sebagai “museum terbuka” untuk umum yang dilindungi keberadaannya sebagai bukti kepada dunia bahwa Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang penting dalam sejarah peradaban modern di Asia Tenggara.
Pada tahun 1996, seluruh pengungsi dipulangkan kembali ke negara-nya, dan sekarang objek wisata bersejarah tersebut dapat kita nikmati dan kita jadikan pembelajaran tentang bagaimana perjuangan masyarakat Vietnam bertahan hidup di tanah rantau.

Jadi bagi Anda yang hobi wisata sejarah disarankan untuk membuat wish list untuk berkunjung ke Camp Vietnam yang ada di Pulau Galang, Batam.

 

Silahkan kontak kami:

Latansa  Tour and Travel
Jl Raya Dapur 12 Bukit Seroja Blok A1
Sagulung, Batam
Telp: +62 778 7423065
Mobile: +62 81372222925 / 081372007711
email: info@solatiket.com


Tinggalkan Komentar Anda

Nama
URL
Komentar
Kode Verifikasi 106 + 4 = ?
daftar menjadi mitra
Online Support
TOURS & TRAVEL
Tour Travel
Marketing
UMROH & HAJI PLUS
AIRLINE TICKETS
Ticketing
Komplain Deposit
 
Login Kemitraan
 
Login Sub Sales/Distributor
 
Hotel
  • Terletak di area Nagoya yang menyenangkan, Nagoya Mansion Hotel and Residence.. selengkapnya »
  • Terletak di area Nongsa yang menyenangkan, Montigo Resorts Nongsa memiliki.. selengkapnya »
more »
 
Rental
  • Berikut ini adalah daftar harga rental mobil / sewa mobil. Semua mobil dalam.. selengkapnya »
more »
 
Info Payment
Bank BCA
8550031257
Solehudin S
Bank Mandiri
1090013049978
Solehudin S
BNI
0155733611
Solehudin S
BRI
065901000105562
Solehudin S
Mandiri Syariah
7042181239
Solehudin S

 
Copyright © 2013 Latansa Tour & Travel - Mitra Keagenan Tiket Online All Rights ReservedDeveloped by Beesolution.Net